Perubahan pada BAMb
Ah, Bang Iriyadi, ternyata jeli juga melihat perubahan perilaku seorang teman. Sebenarnya yang pertama kali melihat perubahan itu ‘teman dekat’ saya juga, yaitu ibunya Sekar. Komentarnya tentang perubahan itu diutarakan pada saat makan siang di kantin surau ketika ada pelatihan Anshorman. Dengan tatapan mata yang penuh kekaguman dan terus memperhatikan saya yang sedang asyik makan, ia berkomentar ‘telah menyaksikan saya yang berbeda – tidak seperti yang ia kenal selama ini’.
Ya, mungkin ia agak ’shock’ melihat saya yang memimpin menyanyi di depan kelas untuk ice breaking, padahal di rumah ia tak pernah mendengar saya menyanyi — bahkan di kamar mandi sekali pun.
Saya pun mengakui, selama mengikuti kegiatan fasilitator banyak proses pembelajaran yang sadar atau tidak, membawa perubahan perilaku yang lebih baik ; percaya diri, pengendalian emosi, berlatih berbicara di depan publik, menyanyi, nglawak dan lain sebagainya. Perubahan adalah sebuah keniscayaan. dan Bang Iriyadi juga melihat perubahan pada diri saya, sebagaimana dituliskan di bawah ini :

