Perubahan pada BAMb

Juni 26, 2008 at 8:38 pm (Opini)

Ah, Bang Iriyadi, ternyata jeli juga melihat perubahan perilaku seorang teman. Sebenarnya yang pertama kali melihat perubahan itu ‘teman dekat’ saya juga, yaitu ibunya Sekar. Komentarnya tentang perubahan itu diutarakan pada saat makan siang di kantin surau ketika ada pelatihan Anshorman. Dengan tatapan mata yang penuh kekaguman dan terus memperhatikan saya yang sedang asyik makan, ia berkomentar ‘telah menyaksikan saya yang berbeda – tidak seperti yang ia kenal selama ini’.

Ya, mungkin ia agak ’shock’ melihat saya yang memimpin menyanyi di depan kelas untuk ice breaking, padahal di rumah ia tak pernah mendengar saya menyanyi — bahkan di kamar mandi sekali pun.

Saya pun mengakui, selama mengikuti kegiatan fasilitator  banyak proses pembelajaran yang sadar atau tidak, membawa perubahan perilaku yang lebih baik ; percaya diri, pengendalian emosi, berlatih berbicara di depan publik, menyanyi, nglawak dan lain sebagainya. Perubahan adalah sebuah keniscayaan. dan Bang Iriyadi juga melihat perubahan pada diri saya, sebagaimana dituliskan di bawah ini :

Ir. Bambang Mulyantono yang di lingkungan surau biasa disapa dengan BAM, yang saya kenal dua tahun lalu berbeda dengan BAM sekarang. BAM dulu pendiam, jarang humor dan tertutup, tapi sekarang telah terjadi loncatan yang jauh dari pandangan saya tentang BAM sebelumnya. Sekarang BAM lebih terbuka, dinamis, humoris dan sudah pandai berbicara di depan khalayak ramai.

Apa yang menjadi penyebab perubahan drastis seperti itu?  Menurut pengakuan BAM itu terjadi setelah ia aktif dalam kegiatan Federasi Fasilitator Surau (FIFAS). Ia mulai mengikuti dari Pelatihan Ansorman pertama sampai sekarang. BAM sendiri tidak menyadari perubahan pada dirinya itu, ia tahu justru dari komentar istrinya dan pandangan orang lain.

Perubahan itu juga berdampak pada prestasi di tempat kerjanya. Sekarang ia merangkap sebagai Wakil Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi sebuah majalah peternakan unggas bernama “Poultry Indonesia”. Jabatan rangkap itu dia terima belum genap setahun lalu. Sejalan dengan pelatihan SDM seperti leadership, manajemen, game-game multi tasking pada Pelatihan Anshor (Anshorman) — di mana ia ikut menjadi fasilitator –  menjadikan referensi baginya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kantor. “Saya banyak memetik manfaat dengan ikut menjadi fasilitator, termasuk untuk pekerjaan-pekerjaan saya di kantor,” ucap BAM.

Oleh sebab itu, ketika ditanya bagaimana mengatur waktu antara  kegiatan FIFAS dengan urusan kerja penerbitannya. Ia menjawab ringan, justru sangat bersinergi. Selain  contoh di atas, ia mencontohkan dalam urusan teknologi informasi, sebelum bergabung dengan teman-teman FIFAS dia mengaku termasuk gaptek (gagap teknologi). Tapi setelah ketemu Uconk si MonsterWeb FIFAS pengetahuan dan kecakapan BAM tentang teknologi informasi sudah lumayan, meskipun sampai sekarang di mata Uconk, BAM sudah tidak gagap sama sekali tapi masih terbata-bata.

Demikianlah perubahan yang terjadi pada BAM. Meskipun menurut pengakuannya, ia tidak begitu menyadari perubahan atau sedikit sekali menyadari perubahan itu, tapi bagi orang lain termasuk diri saya, melihat perubahan pada BAM itu cukup signifikan. Dan ternyata yang bertanggung jawab atas perubahan itu adalah komunitas FIFAS.

Sawangan, 5 Januari 2008

Iriyadi ZA

& Komentar

  1. shabl3nk berkata,

    selamat berubah ya mas..

    dari ayam menjadi donald bebek… wekekekeekkkk.. ;)

  2. Puspa berkata,

    Hehehheh.
    Saya tidak begitu mengenal Bang Bams
    tapi yang saya tahu Bang Bams kelihatan kocak
    apa lagi klo lagi cengar – cengir. saya yang tadinya badmood
    jadi senyum-senyum sendiri.
    saya hanya tau sesuatu akan berubah bila kita menginginkannya.

    Goodluck Bang Bams

    Best regard
    puspa

Tulis sebuah Komentar